Skip to content

Refleksi Sumpah Pemuda

October 13, 2009

satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Demikian bunyi sumpah yang di kukuhkan oleh para pemuda dalam mempersatukan bangsa dan juga cikal bakal pembentukan negara kesatuan RI di tanggal 28 Oktober 1928 yang sekarang ini dikenal dan diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Gaung sumpah pemuda itu memang mampu menginspirasi gerakan para pejuang bangsa sehingga mereka memiliki tekad dan semangat pantang mundur untuk membela bangsa dan tanah air. Dan kemerdekaan RI yang berhasil diraih pada tanggal 17 Agustus 1945 tentunya tak lepas dari gaung sumpah pemuda ini. Sebagai pemuda yang hidup di era globalisasi saat ini sudah sepantasnya kita meneruskan cita-cita para pencetus sumpah itu, karena nilai sejarah perjuangan tak bisa dilepaskan dari peran serta pemuda. Pastinya kamu telah mempelajari sejarah dan pernah mendengar tentang devide et impera, suatu jenis politik yang dicanangkan oleh Belanda untuk mencerai beraikan bangsa ini, hingga lahirlah Sumpah Pemuda itu yang menjadi roh pemersatu bangsa.

Peringatan Sumpah Pemuda barangkali bisa dijadikan momentum untuk melakukan sumpah untuk bangsa dan negara Indonesia. Mencermati kondisi bangsa yang semakin lama semakin memperhatikan saat ini kita sebagai pemuda Indonesia perlu bersumpah untuk memiliki kesadaran yang tinggi untuk penyelamatan negara. Apa sajakah bentuk tindakan untuk menyelamatkan negri tercinta ini. Bagaimana mengembalikan predikat sebagai bangsa yang baik yang tidak korup di mata dunia internasional, walaupun sudah terlambat tetapi seyogyanya sebagai pemuda bangsa kita harus bersikeras melawan korupsi yang sudah bersemayam dalam jiwa, lakukan dengan sungguh-sungguh tidak hanya sekedar wacana saja.

Saat ini perkembangan zaman sungguh luar biasa apabila tidak didukung dengan adanya moral, mental dan ikhtiar serta doa, kehidupan kita akan terbelenggu dengan kehidupan hedonis atau materialistis. Akan dibawa kemanakah nantinya para pemuda Indonesia apabila sudah tak mampu lagi menepis godaan duniawi, sudah tidak mampu lagi menghargai vitalitas hidup apalagi memiliki rasa nasinalisme lagi.

Letakkan supremasi hukum diatas segalanya karena apabila hukum sudah tidak dihormati lagi sudah tidak di takuti lagi, pastinya makin merajalela saja pelanggaran-pelanggaran yang merugikan masyarakat dan negara.

Bertindak bukan untuk kepentingan diri sendiri tetapi untuk kepentingan masyarakat luas, jangan dibalik mengatasnamakan rakyat tapi untuk kepentingan sendiri. Sudah menjadi kewajiban utama siapapun yang berkuasa senantiasa harus memihak rakyat, karena rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi, dari rakyat dan untuk raykat.

Mulai saat ini teman-teman kawula muda sudah tidak ada lagi waktu untuk bermalas-malasan apalagi bermanja-manja, belajar dan belajar, jadikan pengalaman kehidupan yang sudah ada untuk kalian jadikan cermin dalam melangkah membangun negri tercinta kita Indonesia. Berikan contoh dan hasil perjuangan kalian untuk generasi yang akan datang nantinya. Selamat berjuang teman…Hidup Pemuda Indonesia!

From → social

One Comment
  1. tami permalink

    siiapp bozZ……….
    kita sebagai pemuda memang harus semangat meneruskan perjuangan para pahlawan kita.
    apalagi pemuda adalah tulang punggung negara.
    jika tulang kita keropos, maka tubuh kita tak berdaya,lemas,bahkan tak bisa berlari.
    sama halnya dengan pemuda. jika kita tidak memiliki rasa nasionalisme semangat perjuangan meneruskan perjuangan pahlawan,mustahil kita bisa menggapai cita-cita diri kita dan bangsa.
    semangat…..!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: