Skip to content

Benarkah China Akan Menjadi Negara Adidaya?

October 11, 2011

Krisis global yang terjadi saat ini semakin menampakkan betapa rapuhnya sistem kapitalisme. Mulai dari bangkrutnya perusahaan-perusahaan raksasa, kredit property yang gagal bayar hingga perekonomian negara yang ikut goyang menunjukkan bahwa kebanyakan penguasa ekonomi berdiri di atas pondasi yang kurang kokoh. Jadi meskipun penampakan mereka sedemikian gemerlap, namun sesungguhnya kehancuran mereka tinggal menunggu waktu.

Sebagai ilustrasi sederhana, Saya pernah berdiskusi dengan seorang Kepala Dukuh. Sebagai pemimpin kampung tentu dia punya banyak referensi soal permasalahan-permasalahan warganya, terutama yang berhubungan dengan usaha peningkatan taraf hidup. Beliau menggambarkan 2 model investasi yang cukup ekstrim namun membuatnya berubah pikiran perihal prioritas. Pertama adalah ternak sapi. Dengan model penggemukan sudah tentu harga sapi akan naik setelah sekian bulan dipelihara. Tetapi berapa lama? Berapa keuntungan yang diperoleh? Bagaimana jika dibandingkan dengan investasi yang kedua?

Nah, yang kedua adalah bisnis jasa angkut -terutama pasir- dengan menggunkan truk. investasinya berupa uang muka pembelian truk, kemudian angsurannya dengan hasil operasional dari truk yang sudah ada di tangan. Bukankah perolehan uang lebih cepat?

Awalnya beliau percaya dengan pilihan kedua. Bukan hanya percaya, tetapi juga sekaligus membuktikan. Dan akhirnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Uang muka 60 juta, dapat truk, dipakai buat mengantar pesanan pasir dsb, bisa ngangsur, ada sisa untuk hidup sehari-hari…. sukses….. pada bulan-bulan pertama. Namun ketika kesulitan muncul, truk bermasalah, tidak bisa jalan, pasir sulit ditemukan, pembeli ngemplang berbulan-bulan, kadang2 malah lari, terjadi kecelakaan sehingga tidak bisa beroperasi….. maka tidak ada lagi sumber pembayaran hutang truk. Dealer pun datang menyatakan bahwa truk harus ditarik.

Belajar dari itu, dia kemudian berbalik arah. Rupanya bisnis sapi itu lebih jelas dan tingkat resikonya lebih kecil apabila dibandingkan dengan bisnis truk. Ibarat kata, bisnis sapi itu hasilnya pasti, meskipun lama, sedangkan bisnis truk itu hasilnya cepat dan banyak tetapi cuma katanya.

Begitulah kapitalis. Sistem yang dianut oleh Amerika dan negara2 eropa. Mereka menganut sistem untuk meraih hasil maksimal bagi negara dengan prinsip “katanya’. Akhirnya teori meleset, hutang mereka sekarang segunung. Orang yang ditagih hutang kadang memilih bunuh diri, lalu bagaimana dengan negara?

Sekarang mari kita bicara dengan China. Negara ini memang terkenal sebagai bangsa pedagang. Dan sekarang mereka membuktikan bahwa fondasi ekonomi mereka sudah cukup kuat, dengan cadangan devisa yang jika dihitung2 sudah cukup untuk membayar seluruh hutang Amerika. Jika demikian, maka bisa jadi negara2 yang dililit hutang nanti akan benar2 bertekuk lutut pada China. Sampai kapan? Dan apakah itu berarti China akan menjadi negara adidaya yang baru setelah era Soviet dan Amerika?

Bisa Ya bisa Tidak. Ada 1 teka-teki yang bisa mengubah segala skenario di atas. Yaitu perihal kekayaan tambang yang dimiliki Amerika atas negara-negara ‘jajahan’ mereka, yaitu Afghanistan, Irak dan Libya. Jika tambang-tambang itu nantinya benar-benar bisa menjadi mesin uang bagi mereka, maka hutang2 mereka pun pasti terbayar. Entah untuk negara2 eropa.

Satu2nya yang bisa menggagalkan skenario terakhir adalah konflik internal dalam negeri. Seperti kita ketahui permasalahan negara begitu kompleks. Jika permasalahan yang muncul itu berupa korupsi -seperti Indonesia- maka ya sudah…. teori macam apapun akan mentah….. dan China…. you are the king now!

From → economic

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: