Skip to content

Learn from The Children

August 18, 2011

Everyone is teacher. Demikian sebuah pepatah mengatakan. Dan memang demikianlah adanya. Kita selalu bisa menemukan sebuh hikmah tersendiri setiap melihat profil seseorang. Hidup yang sedemikian beragam membuat kita sadar betapa warna warni kehidupan ini begitu luas dan tak akan pernah kita menguasainya sekalipun berkali-kali sudah kita salami.
Sering-seringlah berdiskusi dengan sebanyak mungkin orang. Dalam diskusi jangan hanya omong kosong yang dibahas, namun koreklah pengetahuan lawan bicara tentang hal-hal yang tidak Anda ketahui. Mata kita hanya dua dan tidak mungkin menatap seisi dunia dalam waktu yang sama. Maka mengorek keterangan tentang orang lain akan membuat kita seolah punya seribu mata.
Apakah ini sama dengan bergunjing? Mudah-mudahan tidak. Dalam hidup yang semakin sulit ini kita selalu membutuhkan sosok teladan dalam berbagai bidang. Teladan dalam kegiatan kampung, teladan dalam berniaga, teladan dalam bekerja, serta teladan dalam mengatasi persoalan-persoalan hidup.
Yang jelas, jika dari suatu perbincangan kita kemudian menemukan kesimpulan bahwa kita mesti bersyukur dengan kehidupan kita yang lebih baik dari orang lain, maka jelaslah manfaat dari diskusi tentang kehidupan.
Saya sendiri saat ini sedang focus pada diskusi yang berhubungan dengan anak-anak dan remaja. Tantangan jaman yang semakin berat membuat Saya ingin mengorek apa yang ada di benak remaja dan anak-anak untuk masa depannya. Memang, rata-rata mereka masih ingin menikmati masa-masa usia muda. Namun Saya sendiri lebih senang mencoba membaca pemikiran-pemikiran segar mereka tentang kehidupan. Namun kadang juga prihatin dengan kondisi keluarga yang kurang menunjang.
Ada yang karena orang tuanya terlibat inharmonisasi hubungan rumah tangga, maka anak pun jadi korban. Dan mereka yang tumbuh pada masa itu bisa dibayangkan betapa susahnya untuk berkembang seperti remaja seusianya. Begitu juga anak yang terlahir dari proses pernikahan yang tidak wajar, nikah siri, tanpa suami, istri kedua, maka perkembangan mereka juga otomatis akan berbeda dengan anak yang tumbuh dari keluarga normal.
Belajar dari anak-anak akan membuat hati kita terbuka, mana diantara sifat kita yang masih suci, mana yang sudah keruh.

From → social

Comments are closed.

%d bloggers like this: