Skip to content

Ramadhan Merdeka

July 23, 2011

Saat ini kita dihadapkan pada 2 peristiwa besar yang akan menyedot perhatian banyak mata. Ramadhan yang mengubah segala aktivitas manusia secara drastis-dari jam kerja yang terpotong, hiburan malam yang tutup, warung makan yang harus juga tahu diri, aktivitas harian yang berubah- datang bersamaan dengan peringatan HUT RI ke 66 yang juga merubah kehidupan masyarakat menjadi agak kurang lazim -umbul2, bendera, pagar dicat baru, lomba2 unik, pentas seni. Akibat keduanya datang secara bersamaan, maka pelaksanaannya pun juga harus disesuaikan. Tidak mungkin lah kita lomba makan kerupuk di bulan Ramadhan. Lomba lari karung juga beresiko mengganggu ibadah puasa -yang lari capek, sampai rumah makan minum- lomba panjat pinang apa lagi.
Lalu apa yang bisa dilakukan oleh panitia 17an sehubungan dengan lomba? Hampir tidak ada. Panitia tingkat Kecamatan yang sering mengadakan karnaval juga kesulitan. Karena kalau karnaval yang menyedot perhatian tersebut berjalan dan ternyata pesertanya banyak yang tidak puasa -maklum karnaval kan butuh banyak energi- bisa jadi tontonan di muka umum bahwa penghargaan terhadap Bulan Ramadhan di kecamatan yang bersangkutan kurang.
Oke lah, lupakan soal lomba. Anggap saja tidak ada lomba 17an tahun ini. Yang menarik tentu saja masalah hari keramat, baik bagi Bangsa Indonesia maupun bagi Bulan Ramadhan yang pada kesempatan ini jatuh pada malam yang sama. Malam tanggal 17. 17 Ramadhan Nuzulul Qur’an, 17 Agustus harlah RI. Ini adalah kebetulan yang langka yang mungkin ini tidak akan terjadi lagi hingga berabad2 yang akan datang. Saya belum sempat ngitung2 sih, tapi coba saja di logika, kapan lagi tanggal 1 Ramadhan barenag dengan 1 Agustus? (sementara abaikan dulu perdebatan soal hisab dan rukyat).

Dampak yang jelas terasa dari dua peristiwa yang jatuh bersamaan ini adalah masalah syi’ar. Dengan 2 konsentrasi yang terpisah, ajakan untuk menarik hikmah dari Ramadhan dan Kemerdekaan RI menjadi tidak bisa maksimal. Di satu ujung jalan kita melihat spanduk Marhaban Ya Ramadhan. Hati kita pun terketuk mengingat keagungan Bulan Suci ini sembari mengkoreksi tingkat ketaqwaan kita. Baru berjalan sebentar, di ujung jalan yang satu kita melihat spanduk bergambar Bung Karno yang mengepalkan tangan sembari tulisan2 yang membakar semangat di bawahnya…. Sekali Merdeka tetap Merdeka!!! Digembleng Hancur Lebur Bangkit Kembali…….. semangat nasionalisme dan jiwa patriotisme kita pun bangkit. Lupa deh dengan ngaji…
Yah…. Ramadhan selalu penuh warna karena perhitungan bulannya selalu bergeser lebih cepat. Bisa bersamaan dengan Natal. Bisa bersamaan dengan Waisak. Tapi Ramadhan tetaplah menjadi bulan yang membuat kita kembali diingatkan akan hakikat kita hidup di dunia dan membuat mata hati kita sadar bahwa kebanyakan orang hanya memburu nafsunya seiring dengan kemenangan sistem kapitalis di muka bumi. Puasa dan lapar membuat kita sadar bahwa kita terlahir tanpa membawa apa-apa dan nantinya juga akan mati tanpa membawa apa-apa kecuali perbuatan2 kita selama hidup. Ramadhan dan kemerdekaan akan membuka mata kita seperti apakah kemerdekaan yang sesungguhnya? Apakah punya mobil mewah itu adalah merdeka? Kalau kemudian mobil mewah kita menabrak orang hingga terluka lalu kita menanggung biaya berobatnya bisa saja membuat hidup kita tak akan lebih merdeka daripada tukang becak.
Mari kita songsong Ramadhan dengan hati yang ikhlas. Dan mari kita songsong kemerdekaan dengan mencari hikmah untuk menemukan letak merdeka yang sesungguhnya. Keikhlasan hati, kedekatan dengan Sang Khalik, tersingkirnya rasa iri dengki dan nafsu serakah ingin menguasai kiri kanan sehingga membuat hati kita terbebas untuk melakukan apa yang kita mau adalah juga sebuah kemerdekaan tersendiri.

From → culture

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: