Skip to content

wawancara dengan pak wahyu

March 24, 2011

Ini adalah salah satu pekerjaan menjadi wartawan ampuhjogja.
Dalam rangka pengumpulan data untuk pembuatan buku sejarah dusun Purworejo, ampuhjogja mengadakan serangkaian wawancara dengan sejumlah tokoh yang menjadi saksi sejarah serta membawa pengaruh terhadap dinamika dusun di masa lalu.

Kali ini ampuhjogja berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Bpk. RB. Wahyu Wibowo, SE,Akt. Beliau adalah Ketua Pemuda periode tahun ‘80an yang telah banyak berjasa dalam mengembangkan potensi dusun yang ada ketika itu sehingga mengharumkan nama dusun di dalam berbagai bidang. Saat ini beliau tinggal di Depok, Jawa Barat menjalankan berbagai usaha disana, mulai dari jasa audit, developer hingga penyembuhan alternative. Wawancara ini dilakukan via mobile phone pada tanggal 23 Maret 2011. Berikut petikannya :

Ampuh Jogja (AJ) : Pak Wahyu, kapan Anda menduduki jabatan sebagai Ketua Pemuda Purworejo, dan apa kesan yang masih teringat hingga sekarang selama Anda menjadi Ketua Pemuda?

Pak Wahyu (PW) : Seingat saya dari Pak Abdul Rahman 2 periode, Pak Hananto 2 periode, baru ke Saya, nama organisasinya Persatuan Pemuda Purworejo atau PPP. Kalau tidak salah dari tahun 1982-1990, pokoknya paling lama. Setelah Saya atau tahun 1992, Ketua Pemuda dilanjutkan Mas Iput dan seterusnya. Periode Saya membawa PS Taruna masuk PSS, Saya yang urus tahun 1983. Saya sempat ditetapkan tanpa pemilihan di period eke 2 sekali di rumah Pak Sukarjo MS.

AJ : Bagaimana sumber dana pemuda ketika itu?

PW : Dulu pemuda punya tanah kas untuk memenuhi kegiatan operasional di kulon deso dan ledok utara makam. Sejak Saya sudah tidak pakai lagi kebanyakan kegiatan disupport dengan iuran warga dan donator. Sementara PS Taruna sendiri maju malah dari jual tiket.

AJ : Bagaimana kegiatan kepemudaan masa itu?

PW: Dulu kalau rapat pemuda, remaja putrid yang siapkan konsumsi dengan makanan tradisional, dan paling sering nogosari, he he he…. Itu juga hasil dari tanah kas dan iuran Pemuda. Zaman Pak Abdul Rahman dan Pak Hananto bisa berjalan (iurannya-red) kalau gak salah 10 rupiah sampai 25 rupiah sebulan sekali. Dan rumah Pak Hadi Wardoyo itu penuh Mas, sampai luar. Apalagi kalau pergantian ketua itu semua lembaga dan tokoh masyarakat, PKK ikut menyaksikan jadi ya kalau jadi ketua ada rada-rada bangga kalau jadi yang pertama kali. Kalau sudah kedua dan selanjutnya ya biasa saja.

AJ : Sekarang organisasi kepemudaan yang dulu bernama PPP sudah berganti nama menjadi AMPUH. Dalam waktu dekat AMPUH berencana menerbitkan buku yang berisi tentang sejarah dusun Purworejo. Bagaimana pendapat Bapak?

PW : Ok, bagus itu Mas kalau mau dibuat sejarah. Kalau bisa sama tokoh di setiap periode dan kalau (dulu) pemuda semua berseberangan dengan mbah mantan, jadi ya ramai Mas. Hanya periode Pak Hananto yang jarang berseberangan dan Om Tri (yang terkenal dengan pemuda gastrek) anak emasnya mbah mantan. Itu sampai sekarang masih kelihatan khan bagaimana mbah mantan mendukung Om Tri Mas.

AJ : Memangnya yang lain bagaimana Pak?

PW : Kalau yang lain tiap hari dapat surat memo, he he he… tapi memang kalau dikaji apa yang disampaikan mbah mantan penuh dengan filosofi untuk memacu pemuda tidak dengan bombongan tetapi dengan tempaan. Tapi hasilnya memang bisa dirasakan setelah kita di luar daerah kalau hanya hantaman kata-kata kita mudah sekali mengatasi karena dari usia 12 tahun sudah terbiasa mendengar kritikan dan menerima kritikan baik langsung di forum maupun dengan surat. Dan pernah periode saya yang kedua hanya saya kendalikan lewat pemuda masjid yang akhirnya dirapatkan kembali di rumah Pak Sukarjo MS untuk pemilihan. Tapi yang terjadi hanya agar diaktifkan di umum jangan hanya lewat masjid yang kemudian saya menolak untuk melanjutkan. Tapi saat itu semua tidak mau duduk sebagai ketua pemuda, akhirnya sampai jam 11 malam ditetapkan Saya dan Mas Iput. Intinya kalau kita mau jadi orang yang handal harus ada orang yang peduli dan berperan oposisi seperti mbah mantan, sehingga semua ada yang mengontrol. Saya saja merasakan betapa tempaan itu sangat berarti saat ini dalam membina masyarakat. Saya jadi Ketua RW di lingkungan yang belum pernah mengenal Saya. Maka bagi yang sadar betapa besar jasa Mbah Mantan dalam menelorkan kader-kader pemimpin selama berfikir dengan positif dan mengambil hikmah apa di balik kemauan mbah mantan ternyata sangat mulia. Hanya ketika baru mendapat kritikannya saat itu mungkin akan putus asa atau kesal. Tapi dari dulu Saya mengambil nilai-nilai positifnya dan ternyata sangat posotif. Justru Saya kangen dengan kritikan-kritikannya denan sanepan Jawa, maka kalau Aku jadi walikota orang yang Saya boyong pertama kali mbah mantan, karena beliaulah yang menjadikan Saya berani mengambil langkah-langkah strategis di manapun dan kapanpun. Makanya mbok diadakan itu lho Mas, kesan pesan kalau lebaran, jadi jangan hanya habis sholat ied selesai. Kalau perlu diagendakan lebaran ke 2 malam (halal bil halal) dibuat panggung atau sarasehan untuk dapat masukan dari pemuda yang sudah jadi bapak-bapak yang di luar Purworejo. Karena yang di Jawa Barat, Jabodetabek banyak tapi sama sekali tidak ada komunikasi baik (dalam kondisi) sakit (atau) senag-senang, pokoknya ga ada khabar. Padahal itu kan juga potensial untuk saling mengisidengan perkembangan desa Purworejo saat ini dan ke depan. Kalau perlu jadikan kampung kita itu kampung wisata, sehingga pemuda tidak perlu jauh-jauh keluar kota sudah bisa hidup nyaman.

AJ : Wah, yang ide sarasehan dan kesan pesan tadi cukup cemerlang. Barangkali konsepnya bisa diselingi pentas musik gamelan gitu ya Pak, karena kalau dengan seni suasana keakraban itu makin terasa.

PW : Ya Mas supaya ada rasa memiliki kampung halaman. Cuma datang saja tidak pernah andil dalam masyarakat kan sayang. Itu juga bukan salah mereka tapi pendahulunya yang tidak peduli setelah merantau. Dulu tahun 1980 pernah diadakan di rumah mbah wignyo cukup meriah dan ada pesan kesan dari Kalimantan, Panijo kakaknya Kang Kutis dan keluarga Bu Cipto, Sumatera kakaknya Suranto, Jakarta banyak, tapi hanya sekali itu saja dan tidak ada follow up lanjut. Saya pinginnya jalan raya dan juga jalan cilik ditata dengan tanaman yang indah atau buah sekalian, kalau perlu pemuda yang tangani, atau salah satu orang yang kita gaji kaya tukang kebun mas yang merawatnya. Nah itu dana kan bisa dari kelompok-kelompok perantau jadi ketika pulang ada rasa ingin lagi untuk pulang karena kangen dengan keindahan alam kampungnya.

AJ : Saya sendiri merasakan Pak, waktu mau ke Jakarta cari kerja kebingungan nanti nginap tempat siapa, padahal banyak warga Purworejo yang di Jakarta.

PW : Betul itu. Banyak saudara tapi serasa di belantara, bahkan tiap ada acara tidak ada keluarga Purworejo yang di Jakarta hadir, justru yang dari Jogja pada hadir seperti pernikahanku dulu hampir semua dari kampong dating tapi yang di Jakarta satu pun tidak ada, apa gak aneh? Padahal Sawungan, Penting, Pakem, bisa ngumpul. Tapi memang kelihatannya Hargo itu hanya Sawungan dan Ngetehan yang sering ngumpul keluarga. Kaliurang juga gak ada ikatan, harusnya Lurah bisa memfasilitasi sehingga potensi Hargo yang di luar daerah bisa optimal untuk penunjang pariwisata. Tapi kita utamakan dulu Purworejo semoga bisa menjadi embrionya.

AJ : Ada saran untuk langkah-langkah strategis yang bisa diambil untuk merealisasikan harapan tersebut?

PW : Buat itu Mas, group Facebook, kendalikan dari Yogya saja. Anggota kampung Purworejo Hargobinangun, mungkin akan lebih efektif biar ada komunikasi, nanti diinformasikan ke induk semangnya biar mereka yang (meng)info(kan) ke keluarganya. Siapa tahu kita bisa rombongan pulang kampung atau konvoi tahun ini kan asyik.

AJ : Okelah, kalau group facebook sementara yang ada baru group pemuda, namanya “ampuh jogja”. Ada juga webnya. Kemarin Mas Agung yang kerja di Arab sudah lihat dan menyampaikan apresiasinya.

PW : OK, optimalkan mas jaringannya pasti akan bermanfaat bagi kita semua.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: