Skip to content

Gempa Jepang dan Keadilan Pemerintah

March 15, 2011

Apa dampak gempa dan tsunami di Jepang bagi Indonesia? Banyak. Yang jelas tsunami di lautan pacific tersebut menjalar hingga perairan Papua. Perdagangan dengan Jepang terganggu. Penggemar Liga Jepang juga harus mengurungkan niatnya menunggu tim kesayangannya main. Dan yang jelas, banyak WNI yang ‘berpotensi’ menjadi korban tewas dalam musibah yang sangat memilukan tersebut.

Jika dilihat dari pendapatan per kapita, kemajuan teknologi, pelayanan sosial, tingkat pendidikan rata-rata hingga pertumbuhan ekonomi, jelas Jepang jauh lebih tinggi di atas Indonesia. Bisa dikatakan penghasilan 1.000 orang di indonesia sama dengan penghasilan 1 orang di Jepang. Tapi ketika bencana alam yang sedemikian dahsyat terjadi, dampaknya tetap sama. Kepiluan yang terjadi dimana-mana. Kemajuan dan kekayaan Jepang sama sekali tidak bisa mencegah air mata yang berucuran meratapi puing-puing bangunan yang hanyut tersapu ombak raksasa. Sama. Sama seperti masyarakat Aceh pada tahun 2004.

Tapi kita memang tidak bisa bertepuk tangan dengan fakta di atas. Kita tetap ikut berduka untuk warga Jepang, sekalipun mereka pernah menjajah kita secara teritorial pada zaman dahulu, dan ‘menjajah’ pula secara ekonomi pada saat ini. Sebagai sesama manusia kita tetap bersimpati atas musibah ini. Dan yang benar-benar harus membuat kita ikut berduka adalah kemungkinan tewasnya WNI yang tinggal di Jepang, baik itu sebagai TKI ataupun sebagai mahasiswa dan ‘mungkin’ juga turis.

Pemerintah serius melacak WNI yang ada di Jepang. Laporan terakhir cukup memprihatinkan. Dari detiknews.com disebutkan bahwa 881 WNI di Jepang Selamat, 30.636 Belum Diketahui Nasibnya. Jumlah yang sama sekali tidak sebanding. Dan sepertinya duka yang lebih mendalam yang akan dirasakan keluarga korban jika pun nanti benar-benar ada WNI yang meninggal dunia.

Sayang memang upaya serius pemerintah ini tidak sebanding dengan ketika ada TKI yang terancam hukuman mati di timur tengah. Sepertinya ada pembedaan perlakuan pemerintah, karena TKI hanya orang kecil, sementara di Jepang ini adalah para civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Harusnya pelajaran tsunami di Jepang sudah cukup memberikan kita pelajaran bahwa setiap manusia, sekali lagi manusia, itu adalah sama, tidak ada yang perlu dibedakan.

From → political

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: