Skip to content

Kabupaten Baru

December 5, 2010

Reformasi memang tidak semata menurunkan penguasa orde baru beserta sistem yang selama ini menyertainya. Reformasi telah membuat perubahan signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di republik Indonesia, dimana salah satu produknya adalah otonomi daerah. Meski ada beberapa hal yang sifatnya masih rancu, namun satu hal yang mutlak terjadi saat ini adalah wewenang pusat menjadi semakin terpangkas. Apakah ini suatu kemajuan atau kemunduran?

Maaf jika dinilai terlalu fanatik, namun pemikiran Pak Amien Rais selaku tokoh reformasi memang terbukti tajam. 1998 ketika kran perubahan itu dibuka, Pak Amien mewacanakan pembentukan negara serikat, yang kemudian banyak ditentang masyarakat. Namun sekarang, otonomi telah menghasilkan daerah-daerah yang mulai menampakkan penonjolan kemampuan yang dimilikinya, disamping tentunya sejumlah persoalan bagi daerah-daerah tertinggal. Menilik dari semakin banyaknya propinsi baru dan juga kabupaten-kabupetan baru yang bermunculan, maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa otonomi daerah adalah fenomena yang menarik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Wewenang kabupaten saat ini terasa lebih dominan dibanding propinsi. Bupati benar-benar seperti seorang raja di wilayahnya, yang kebijakannya bisa membawa perubahan yang sangat signifikan. Lihatlah kabupaten Bantul yang anti mal dan lebih memprioritaskan ekonomi kerakyatan. Lihatlah kabupaten Lumajang yang mewajibkan pelajaran Bahasa Mandarin bagi siswa-siswa sekolah, juga kabupaten-kabupaten lain yang membuat gebrakan yang nyaris tidak ada yang membendung. Namun ketika sebuah kabupaten baru mulai berdiri, persolan-persoalan yang harus dihadapi juga semakin besar dibandingkan dengan kabupaten yang sudah mapan.

Sebagai contoh adalah kabupaten Pelalawan di Riau. Baru berdiri pada tahun 1999, sehingga saat ini baru memperingati ultah ke 11. Bandingkan dengan Jakarta, Sleman, Purworejo yang angkanya sudah ratusan. Namun tentunya tidak ada alasan kabupaten ini berdiri jika tidak ada mimpi yang menarik. Pelalawan memiliki wilayah yang sangat luas, potensi alamnya luar biasa, sehingga meskipun saat ini terlihat tertinggal dengan kabupaten lain, namun ke depan justru sebaliknya. Banyak kabupaten merasa resah karena peningkatan jumlah penduduk tidak relevan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Sehingga mereka bisa dikatakan lesu dalam menatap masa depan. Dalam arti, kue yang ukurannya sama ini harus selalu dibagi kepada jumlah orang yang jumlahnya selalu semakin bertambah. Berbeda dengan kabupaten baru tentunya.

Namun 1 hal yang sepertinya bisa menjadi persoalan di masa mendatang, yaitu perihal kreativitas daerah dalam memperoleh PAD. Pajak memang masih menjadi andalan. Namun suatu saat bisa jadi sebuah kabupaten memiliki kreativitas yang jauh melebihi kabupaten tetangganya, sehingga akan terjadi ketimpangan yang sangat besar. Saya ambil contoh begini, jika pemkab memandang bisnis sebagai salah satu andalan PAD, maka bisa jadi pemkab tersebut menginvestasikan sebagian dananya untuk pembangunan sarana transportasi atau perdagangan di daerah lain, atau bahkan negara lain, sehingga bisa menjadi mesin uang bagi kabupaten yang bersangkutan. Jika ‘perjudiannya’ berhasil, maka kesenjangan ekonomi antara kabupaten tersebut dengan kabupaten sebelahnya tidak terelakkan lagi. Jika kesenjangan itu antar negara (misalnya Korsel dan Korut atau Mesir dan Sudan) masih wajar lah… namun jika kemudian kesenjangan itu adalah misalkan antara Purworejo dan Magelang, dimana satu kaya raya, satu masih tertinggal, lantas apa kata dunia?

Siapa yang bisa mencegah hal semacam itu terjadi? Mari sama-sama merenung dulu untuk nanti kita pikirkan kemudian jawabannya…

From → law

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: