Skip to content

The Soekarno Ways

August 23, 2010

Tujuh belasan selalu identik dengan orang yang satu ini. Bukan hanya karena beliau yang memproklamirkan proklamasi kemerdekaan RI, bukan pula karena bendera pusaka dijahit oleh istri beliau, dan bukan juga karena beliau adalah presiden pertama republik ini. Namun kharisma, ketegasan, ketenangan suaranya ketika tampil di muka umum betul-betul memukau. Bukan hanya itu, visinya ke depan terhadap negeri ini juga bukanlah visi yang sembarangan, melainkan visi yang penuh tanggung jawab, penuh nilai-nilai luhur, sehingga beliau layak untuk dikatakan sebagai seorang pemimpin nasionalis.

Itulah Bung Karno. Beliau bukanlah orang yang paling lama menjadi RI 1 di sepanjang sejarah negeri ini. Beliau bukanlah pula orang yang berlimpah kekayaan yang bisa diwariskan pada anak cucunya. Beliau juga jatuh dengan cara yang menyakitkan untuk orang yang sudah berjasa besar membesarkan negeri ini -dan itu mungkin yang membuat bangsa ini menjadi sedemikian rendah di mata internasional- Namun beliau selalu dikenang dan diidolakan oleh banyak orang, bahkan oleh mereka yang terlahir jauh setelah beliau wafat.

Salah satu bentuk visionernya Bung Karno adalah pemikirannya untuk memusatkan ibukota RI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Itu dianggap cukup sentral. Benar-benar di titik pusat Indonesia yang sangat luas ini. Namun belum sempat beliau mewujudkan impiannya ini, kekuasaannya sudah terlebih dahulu hilang.

Dan sekarang kita menyadari bahwa Jakarta adalah kota yang tidak kondusif lagi. Macet, banjir, kriminalitas, maka wacana untuk kembali memindahkan ibu kota ke Kalimantan pun mengemuka lagi. Namun sekarang saatnya berbeda. Masanya berbeda, jamannya berbeda. Kita hidup di bawah cengkeraman tangan liberalisme, kapitalisme, imperialisme modern, dimana paham-paham semacam itu ditentang jauh-jauh oleh Bung Karno.

Salah satu penggemar Ir. Soekarno yang terbukti berhasil adalah Dr. Mahathir Muhammad. Meski orang Malaysia namun beliau adalah pengagum Soekarno sehingga mendapat sebutan little Soekarno. Di bawah kepemimpinannya yang mengadopsi nilai-nilai Bung Karno, Malaysia mampu menjadi bangsa yang sejahtera, tidak mudah didikte oleh bangsa lain.

Ungkapan Bung Karno yang sangat populer adalah Jas Merah. Jangan Sekali-kali meninggalkan sejarah. Bung Karno adalah orang yang tau betul untuk siapa republik ini didirikan. Bung Karno menghendaki tidak seorang ibu pun yang menangis oleh karena tidak bisa memberikan air susu kepada anaknya. Jadi bagaimanapun kepentingan rakyat haruslah tetap diutamakan. Dan ajaran-ajaran Bung Karno seharusnya kita resapi bersama, kita renungkan, kita jalankan demi kemajuan bangsa ini.

Memang ada juga yang kurang tepat dari apa yang dilakukan Bung Karno. Namun itu tak sebanding dengan niatan luhur beliau memajukan bangsa ini. Rakyat benar-benar harus dimuliakan. Dijadikan Subjek, bukan Objek. Sehingga bangsa ini benar-benar menjadi bangsa yang memiliki kedaulatan, hidup bersama dalam negeri yang subur makmur gemah ripah loh jinawi.

From → political

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: