Skip to content

Pendagel Didageli

May 29, 2010

Siapa menanam mengetam. Itulah peribahasa populer yang menggambarkan bahwa apa yang akan kita lakukan pada akhirnya akan berdampak pada hari esok kita. Dan ungkapan itu layak disamatkan kepada sang maestro monolog Indonesia, Butet Kertarajasa.

Selain menghibur, seniman asal Jogja ini juga kerap membuat sentilan-sentilan -meskipun nama sdamarannya sentilun- yang tentunya bikin sebagian orang kebakaran jenggot. Hampir semua kata yang ditujukan kepadanya dapat di-smash- balik sehingga lawan bicara akhirnya klenger.

Namun pernahkah Anda membayangkan bahwa si ahli ‘nyemash’ ini pada akhirnya akan kena smash juga? Ya, begitulah yang terjadi padanya ketika di Yahoo Massanger dia bertemu dengan lawan chatting yang mengaku bernama Jajang C Noer. Asal percaya saja, Butet melakukan chatting seolah2 bicara langsung dengan Jajang. Sialnya si ‘Jajang’ yang ternyata palsu itu meminta uang tunai 2 juta karena ada kerabatnya yang sakit. Dia minta ditransfer.

Karena saking percayanya, tabungan Butet pun berpindah ke rekening si ‘Jajang ‘. Ketika konfiormasi lewat telepon, betapa kagetnya Butet, karena ternyata Jajang yang asli tidak merasa menyuruhnya mentransfer uang 2 juta. Maka sadarlah Pak Sentilun kalau dia barusaja kena kibul.

Sayangnya, hobinya ngibulin orang di atas panggung -yang semua mahfum itu hanya sandiwara- harus dibalaskan di dunia nyata. Oalah nasib…. nasib….

From → culture

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: