Skip to content

UU Pemeliharaan Anjing

May 21, 2010

Kasus yang cukup menarik untuk disimak dari program sensus penduduk tahun 2010 ini adalah adanya petugas yang digigit anjing. (Semoga anda membaca kata terakhir dengan emosi yang tertata). Kenapa menarik? Karena kalau kita berkaca pada asas keadilan itu adalah sebuah kezaliman.

Tamu adalah raja. Ya, semua mengakui hal tersebut. Nabi pun menyunahkan kita untuk memuliakan tamu. Luar biasa. Namun dengan adanya anjing sebagai wakil tuan rumah, hakikat bertamu sebagai media mempererat silaturahmi jadi terabaikan.

Sebenarnya saya ingin bahwa semua warga negara dilarang memeliharan anjing. Atau kalaupun boleh harus dengan peraturan yang ketat, seperti halnya kepemilikan senjata. Ingat, sejinak apapun anjing kepada majikannya, kita tidak akan pernah bisa menjamin bahwa anjing piaraan tidak akan pernah melukai orang lain.

“Mari Pak Masuk, ah itu nggak apa-apa kok, nggak pernah menggigit….. Helly… ayo ke belakang sana… !!!”

Begitulah kira-kira sambutan tuan rumah saat mendapati kita bertamu dengan menahan keringat dingin karena kelamaan digonggongin anjing. Normalnya manusia pasti ingin mengumpat mendapat perlakuan semacam itu.

Ya…. ini bisa jadi bekal buat Anda-anda yang akan maju caleg besok 2014 untuk memperjuangkan tata tertib pemeliharaan anjing yang tertuang dalam undang-undang negara.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: