Skip to content

Siapa Peduli Nasib Pak Erte?

March 10, 2010

Jika merujuk pada UUD 45, ada pasal yang bunyinya fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Berarti yang tidak miskin makin terpelihara. Seharusnya begitu. Tapi bagaimana kenyataannya? Yang terjadi justru penggusuran dan kebijakan-kebijakan yang membuat rakyat miskin makin sengsara.

Untuk berharap bahwa rakyat miskin menjadi terangkat kesejahteraannya memang masih jauh panggang dari api. Terlalu menghayal. Namun dibalik itu dalam penyelenggaraan tata masyarakat negara kita, ada pihak-pihak yang paling berjasa bagi kelangsungan kehidupan masyarakat, namun kurang terperhatikan kesejahteraannya -bahkan cenderung terdholimi-. Mereka adalah pak RT, pak RW, pak Kaum, pak ketua kelompok dalam masyarakat, yang jasanya sangat dibutuhkan, namun sama sekali tidak ada imbal balik yang diterimanya. Ketika masa jabatannya berakhir pun masyarakat kebingungan, siapa yang akan menggantikan?

Jika merunut pada kas negara yang berhamburan… -century, bantuan2 yang bocor, bantuan2 yang salah sasaran- seharusnya negara bisa mengefisienkan anggaran untuk ditujukan pada pejabat-pejabat semacam itu. Sehingga ketika pak RT, pak RW dan sebagainya nantinya menerima bayaran -katakanlah separuh UMR saja- maka pemberdayaan dalam masyarakat akan bisa semakin optimal.

Akankah wakil rakyat mendengarkan jeritan semacam ini? Kecuali Ibu Lily Wahid, mereka akan menunggu instruksi pimpinan fraksi dahulu sebelum mengusulkannya dalam rapat paripurna.

From → social

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: