Skip to content

Akibat Zina

March 6, 2010

Zina merupakan kejahatan yang sangat besar dan memberi kesan amat buruk bagi pelakunya, sekaligus kepada seluruh manusia. Tidak akan pernah ada kebaikan dari perbuatan zina. Yang ada hanya ‘kenikmatan’ yang sesaat dan menipu. Allah SWT berfirman, ”Jangan dekati zina. Karena ia merupakan perbuatan keji dan seburuk-buruk jalan.” (QS Al-Isra [17]: 32).

Realitas yang tidak bisa ditutupi di negeri ini adalah perbuatan zina yang sudah merajalela. Pelakunya tidak lagi orang dewasa, tetapi juga dari kalangan anak dan remaja. Miris jika kita melihat hasil survei tentang siapa saja pelaku zina dan apa dampaknya. Saatnya kita renungi apa saja akibat dari perbuatan zina ini.

Pertama, pelakunya tercatat sebagai pendosa besar. Bahkan, ia disejajarkan dengan pelaku syirik dan pembunuh. Malaikat turut melaknat dan Rasulullah SAW tidak sudi mengakui sebagai pengikutnya. Pelaku zina mendapatkan kemurkaan dari Allah SWT dan akan menerima azab yang sangat pedih dan berlipat (QS Alfurqan [2]: 68-70).

Kedua, dalam perbuatan zina terkumpul semua jenis keburukan, seperti lemahnya iman, hilangnya ketakwaan, dan hancurnya akhlak terpuji. Karena itu, sanksi yang tegas adalah dirajam (dilempari batu berukuran sedang) hingga mati bagi yang sudah menikah, dan 100 cambukan bagi yang belum menikah.

Ketiga, perbuatan zina dapat membunuh rasa malu sehingga menjadikan seseorang tidak tahu malu. Perbuatan zina mempengaruhi keceriaan wajah sehingga menjadikannya kusam, kelam, dan tampak layu bagaikan orang yang mengalami kesedihan mendalam. Sehingga, ujung-ujungnya selalu sial jika melakukan sebuah pekerjaan.

Keempat, dengan berzina hilanglah sebutan hamba yang ‘afif (pemelihara kehormatan diri). Bahkan sebaliknya, masyarakat akan menjulukinya sebagai hamba yang jahat, fasik, pelacur, dan pengkhianat. Bahkan, sebuah hadis menyebutkan, zina hanya akan menghanguskan amal ibadah yang telah dilakukannya selama 40 tahun.

Di samping kerugian tersebut, pelaku zina juga berpotensi mati dalam keadaan terburuk atau su’ul khatimah; dan akan dibangkitkan dengan muka hitam legam dan dicelupkan ke dalam telaga ghilthoh yang berisi didihan nanah yang busuk.

Siapa pun yang menginginkan kenikmatan hidup, tetapi meraihnya dengan cara bermaksiat kepada Allah, di antaranya dengan berzina, Dia pasti akan mengazabnya dengan kebalikan apa yang diinginkannya. Semua kenikmatan yang ada di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan taat kepada-Nya. Allah sama sekali tidak pernah menjadikan suatu kemaksiatan sebagai penyebab untuk memperoleh kebaikan.

(disadur dari tulisan Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Republika, 5 Maret 2010)

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: