Skip to content

Hati-hati ‘benar’ dengan rokok….

January 31, 2010

Di banyak tempat kita selalu menjumpai tulisan ‘Dilarang Merokok’. Ketika kita membeli rokok pun dalam bungkusnya selalu ditemukan tulisan ‘Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin’. Para dokter, perawat, ahli2 kesehatan semua berkesimpulan sama: Ada banyak zat berbahaya bagi tubuh dalam rokok. Majlis Ulama Indonesia (MUI) bahkan sudah memfatwakan bahwa merokok itu haram. Ahli pertanian organik, menganggap bahwa pemberantasan Hama Penyakit Tanaman (HPT) dengan menggunakan ekstrak daun tembakau bukanlah termasuk salah satu cara yang masuk ke dalam kategori organik, atau bebas bahan kimia sintetis, meskipun bahan itu bukan pestisida buatan pabrikan, karena daun tembakau mengandung tar yang nanti akan membekas di buah atau daun hasil produk pertanian yang akan dipasarkan. Sedemikian berbahayanya rokok sehingga orang tua pun perlu mewaspadai perilaku anaknya yang beranjak remaja.

Namun apakah argumen-argumen diatas sejalan dengan penurunan jumlah rokok yang beredar di negeri kita? Tidak… Bahkan pertumbuhan rokok bisa dikatakan sejalan dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia. Jumlah perokok semakin bertambah saja. Bisa diparodikan bahwa setiap hari ada 1 orang perokok yang mati,tapi setiap hari pula ada lebih dari 2 orang perokok baru. Umumnya adalah para remaja berusia SMP-SMA.

Kenapa mereka merokok? Entahlah… Ada yang bilang bisa menghilangkan stres. Ada yang bilang sebagai simbol kejantanan. Namun ada juga yang bilang merokok itu bikin kita punya banyak saudara….. meski kadang-kadang rokoknya diperoleh pula dengan hutang di warung tetangga… (kadang-kadang lupa ngangsur pula)….. Lalu kenapa pemerintah tidak menutup industri rokok? Karena cukai yang mereka bayar ke negara jumlahnya cukup besar… (walaupun sebagian buat bail out century) Jumlah tenaga kerja yang terserap luar biasa jumlahnya. Mereka adalah juga tumpuan nafkah keluarga. Ya Anak, ya istri, kadang malah suami juga…. Jadi benar-benar posisinya dilematis. Maka wajar jika banyak yang protes terhadap fatwa MUI terhadap merokok haram.

Namun apa yang dialami oleh Andi Susanto (31) sebuah satpam di perusahaan eskavator Bekasi, Jawa Barat, hari Jumat (29/1) kemarin benar-benar bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Rokok yang dihisapnya tiba-tiba meledak. Ini benar-benar kejadian unik. Anehnya pula rokok yang dihisapnya merupakan rokok bermerk yang cukup punya nama di Indonesia.Susah dipercaya memang, tanpa sadar korban serasa menghisap petasan. Akibatnya mulutnya mengalami luka parah. Cukup mengerikan untuk dibayangkan. Silahkan searching di google saja untuk mengetahui keadaan sebenarnya. Saya bahkan tidak tega untuk menulisnya.

Lalu pertanyaannya? Apakah ini merupakan satu2nya rokok yang bermuatan ‘petasan’ di Indonesia? Di tengah jutaan bahkan milyard- tan batang rokok yang dihisap di Indonesia setiap hari, siapa yang bisa menjamin? Kalau rokok yang dihisap Mas Andi Susanto ini hasil dari industri rumah tangga, bisa lah kita maklumi. Mereka masih punya banyak kelengahan. Tapi ini produksi pabrik besar? Bahkan rokok pertama yang dihisap pun masih aman2 saja. Nah begitu rokok selanjutnya, pas iseng2 nunggu lampu hijau menyala, sambil menghisap rokok, tiba-tiba ada bahan peledak di dalam racikan tembakau yang sudah melewati kontrol ketat perusahaan. Pelajaran lain, Quality Control perusahaan rokok di Indonesia masih meragukan.

Lepas dari siapa yang harus bertanggung jawab, peristiwa ini seolah menyadarkan kita perihal bahaya merokok. Jika sudah sampai seperti ini, tentulah kita semua bakal berkesimpulan bahwa merokok itu benar-benar bahaya. Namun kita juga tidak bisa begitu saja mengatakan “Jangan Merokok” kepada adik-adik remaja. Kita harus mengarahkan mereka ke hal-hal yang positif yang membuat mereka tertantang, sehingga melupakan benda yang namanya rokok. Pemerintah juga sebaiknya mulai tegas mengurangi industri rokok di Indonesia… untuk kemudian menghapusnya sama sekali. Kalau ada pertanyaan kemana perginya tenaga kerja yang selama ini hidup dari industri rokok? Pastilah ada jalan rejeki baru yang nantinya akan ditemukan, sepanjang niat itu ada.

Biarkanlah rokok beserta asapnya dan sejuta bahayanya itu melayang ke angkasa, bergabung bersama mega-mega hitam untuk nanti menjadi butiran-butiran hujan yang akan menumbuhkan hutan-hutan gundul di Indonesia. Para remaja yang merokok mulai mengalihkan perhartiannya ke dunia olah raga, musik,ngaji atau dunia akademis tempat mereka menuntut ilmu selama ini. Jika mereka mampu berkarya di bidang itu, pastilah mereka lebih punya kebanggaan dibanding kebanggan menghisap rokok. Gentle? Jelas lebih gentle. Mudah bergaul? Itu pasti. Sehingga bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju tanpa hisapan tembakau dari seluruh penduduk negerinya. Lalu bagaimana nasib petani tembakau? Ah… mereka sebenarnya bisa memilih komoditas lain yang juga tak kalah prospektif. Misalnya saja kentang….

Sebagai penutup, perkenankan saya menyampaikan sebuah parodi. Konon Phillip Morris, juragannya rokok Amerika yang juga pada akhirnya membeli seluruh saham rokok Sampoerna itu pernah berdiskusi dalam sebuah ruangan yang cukup besar yang didalamnya berisi para ahli kesehatan, kebanyakan dokter. Beberapa ahli diberi pertanyaan apakah merokok itu berbahaya, dan bahayanya apa… semua menjawab ‘Ya’ dengan berbagai macam argumen. Lalu moderator pun menyampaikan pernyataan yang mendekati kesimpulan itu kepada Phillip Morris…. “Pak Morris, Anda dengar sendiri bukan? Mereka orang-orang pintar mengatakan bahwa merokok itu berbahaya buat kesehatan. Kenapa Anda memproduksi rokok?”

Dengan tenang Phillip Morris menjawab… “Ya, mereka benar. Tetapi perlu dicatat bahwa saya memproduksi rokok hanya untuk 3 orang. Black People, Stupid People and Both of That (Orang kulit hitam, orang bodoh, dan orang yang hitam dan bodoh)”.

From → social

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: