Skip to content

Siklus dan Pansus

January 30, 2010

Dalam matematika kita pernah mendapat pelajaran mencari suku ke n. Jika ada bilangan 2,4,6,8,….. maka bilangan berikutnya adalah 10. Jika bilangan yg di depan adalah 1,3,6,10,15,… maka bilangan selanjutnya adalah 21. Ada lagi yang lebih rumit…. 1/2,1/4,1/8,…..

Jawaban-jawaban tersebut bisa kita temukan dengan menganalisa data sebelumnya. Jadi bukan merupakan hasil peramalan atau penerawangan. Lebih tepatnya yang kita analisa adalah pola perubahan angka. Kesimpulan kita yang sebenarnya bukan pada berapa angka selanjutnya, tetapi pola seperti apa yang sedang dimainkan. Jawaban pertama adalah pola bilangan genap atau selisih 2. Pola yang kedua adalah selisih yang selalu naik satu bilangan. Yang ketiga? Silahkan Anda tebak sendiri.

Dalam kehidupan sosial, kita bisa melihat fenomena semacam itu dengan menghubungkannya pada pola pembagian waktu yang berisi 3 hal : masa lalu, masa kini, dan masa depan. Artinya kita bisa menebak apa yang terjadi ke depan dengan melihat masa lalu. Ini bukan ramalan, tapi merupakan hasil analisa yang akurat dengan menerjemahkan angka-angka matematika tadi ke dalam kejadian-kejadian yang kita alami bersama.

Pansus century adalah buah bibir di masyarakat saat ini. Semua pun sudah tahu, ada kesalahan fatal yang dilakukan oleh sistem pemerintahan. Dan selanjutnya adalah penentuan siapa yang bersalah. Namun bisakah kita main hakim sendiri dengan menjatuhkan vonis pada orang2 yg kita anggap bersalah? Tentu tidak, karena kita punya wakil rakyat. Wakil rakyat pun tidak bisa melakukan penghakiman jika dia bukan anggota pansus century. Jadi pansuslah pemegang kartu truf-nya.

Namun sayang, sistem demokrasi bukanlah sistem yang menyuarakan kebenaran. Sistem demokrasi selalu menyimpulkan bahwa kebenaran = suara terbanyak.

Timor timur layak lepas dari Indonesia atau tidak, ditentukan dengan jumlah suara. Pak Habibie pidato pertanggung jawabannya sebagai presiden layak diterima atau tidak, ditentukan oleh suara terbanyak. Dan sekarang, Centurygate…. Pemerintah bersalah atau tidak? maka votinglah yang akan menentukan, Dan voting dilakukan oleh 60% koalisis pendukung pemerintah yang sedang berkuasa saat ini…

Jadi bersiap-siaplah kecewa jika kita selama ini geram menyaksikan dengan seksama arah pergerakan kasus century. Tak ada terdakwa, tak ada tersangka, tak ada yang bertanggung jawab,……. sudah…… semua berakhir anti klimkas……… Pansus? Mereka dapat uang rapat, dsb….. sudah…. mau apa? Namun 1 lagi siklus di dunia ini yang selalu terjadi di setiap masa, yaitu keajaiban…… Meski terkesan kurang ‘menggigit’ tapi boleh lah kita berharap pada 1 hal ini… Harapannya hanyalah agar keadilan benar-benar tegak di negeri ini.

wallahu alam bish shawab…

From → political

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: