Skip to content

Kembali ke Selera Asal

January 18, 2010

Manusia dulu begitu bangga dengan penemuan2, tapi belakangan begitu menyesal dengan penemuan2 mereka. Dulu manusis bangga bisa menemukan dinamit. Tapi setelah tahu dampak negatifnya, dinamit menjadi barang yang disesali kenapa mesti ditemukan.

Begitu pula dengan pestisida. Dulu orang begitu bangga bisa membunuh hama dalam waktu singkat dan hasil panen melimpah ruah. Tapi setelah tahu bahwa pestisida bisa mengakibatkan dampak negatid pada kesehatan, orang pun kembali melirik pertanian organik…

Begitu pula dengan junk food. Orang begitu bangga ketika pertama mengenalnya. Namun belakangan makanan yang bergizi yang baik untuk kesehatan yang lebih diprioritaskan.

Orang pacaran… dulu juga cukup dengan berduaan di pematang sawah… Tidak boros dan tidak menyita banyak waktu. Sekarang? Kita perlu baju bagus, bensin, lipstik, motor (yang diangsur), tiket bioskop, makan di restoran (dulu cukup singkong rebus)…. padahal ujung2nya sama juga… nikah atau kandas.

Besok…??? Sepertinya pacaran cukup di alam lepas saja. Bisa di sawah atau di hutan. Singkong rebus, tikar dan kalau perlu bawa termos dan gelas dari rumah. Transport? Bisa kerbau, kuda atau keledai. Jadi kembali ke selera asal, duitnya bisa digunakan investasi kentang…. Ha3…

From → culture

One Comment
  1. tami permalink

    halah……….maunya untung sendiri………..
    dah cari lahan dimana saja?
    di hutan yang gambar di atas di tanami kentang saja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: