Skip to content

2009 : The pain and the glory

January 1, 2010

berlalunya tahun 2009 membawa beragam kisah bagi sebagian besar umat manusia di dunia ini. 2009 adalah kisah dimana angin perubahan berhembus, yakni dengan dilantiknya Obama sebagai presidan Amerika Serikat pada bulan Januari. Meski tidak signifikan, namun perubahan kebijakan Amerika cukup berpengaruh pula bagi dunia karena tidak ada perang besar seperti halnya pada masa George W Bush.

Di dalam negeri, kepemimpinan relatif sama saja, karena SBY tetap berkuasa. Kebijakan pun tidak banyak yang berubah. Hanya saja setelah pelantikan yang ke 2, romantisme tahun 1998 seolah kental terasa. Mulai dari kasus Bibit-Chandra, Antasari hingga sekarang masalah Bank Century. Semua memang seputar persoalan korupsi. Namun yang disebut terakhir cukup keras menampar pemerintah yang sekarang berkuasa yang membuat situasi keamanan nasional terancam karena sebuah situasi dimana semua alat negara tidak mampu lagi berfungsi dengan maksimal, yaitu situasi yang disebabkan oleh sesuatu yang disebut people power. Apalagi di akhir tahun dihebohkan oleh buku Gurita Cikeas tulisan George Junus Aditjondro yg kemungkinan makin memprovokasi massa.

Di bidang keamanan, tertangkapnya Noordin M Top seolah telah memberi angin segar akan berhentinya tindakan terorisme di muka bumi Nusantara. Namun bagi penggema Manchester United, pasti merasa agak sedikit geram, kenapa nangkapnya telat…..??

Di bidang ekonomi, tidak banyak perubahan yang terasa. Indonesia tetap didominasi oleh kaum elit: ekonomi sulit. Kebijakan pemerintah tetap tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Malahan pemerintah berencana menaikkan gaji menteri. Makin kacau saja negeri ini.

2010? Sangat sulit ditebak. Karena negeri ini benar2 milik rakyat. Sehingga arah peubahan negeri ini sangat ditentukan oleh -invisible hand- atau kalau istilah ekonominya ditentukan oleh pasar.

2009 senang atau sedih? Senang karena pemilu berlangsung lancar tanpa kerusuhan berarti. Sedih karena angin perubahan yang pro rakyat kurang berhembus kencang. Sedih karena ditinggal Gus Dur yang selalu menjadi corong masyarakat.

From → political

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: