Sea Games yang Memalukan
Meledaknya kasus Nazarudin bukan hanya masalah korupsi saja yang mengundang keprihatinan, namun dunia olah raga kita juga terguncang. Seperti kita ketahui bersama korupsi Nazarudin berkaitan dengan proyek pengadaan wisma atlet sea games Palembang 2011. Artinya perhelatan yang sudah ditunggu2 oleh sejumlah atlet di Asia Tenggara itu penuh aib dengan oknum yang notabene adalah orang2 yang mereka percaya menjadi tuan rumah, Indonesia.
Lebih miris lagi berita di Metro yang menyebutkan bahwa 6 minggu sebelum Sea games dimulai masih banyak venue yang belum siap. Artinya hanya ada waktu 6 minggu untuk menyelesaikan venue tersebut.
Lalu apa yang bisa kita banggakan? Momentum seperti itu seharusnya untuk menunjukkan kepada dunia betapa layaknya negeri kita untuk investasi, untuk dikunjungi, untuk dijadikan sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan. Namun jika begini?
Belum lagi berita-berita buruk yang potensial untuk kita dengar di tengah-tengah perhelatan nanti. Semisal peledakan bom di salah satu arena… (bisa saja lha mengawal dana saja tidak bisa apalagi mengawal keamanan masa yang cukup banyak dan tersebar di berbagai titik….. semboyan bhineka tunggal ika kan sudah bergeser menjadi ‘wani piro?’… huss…). Semisal lagi atlet2 luar mengajukan protes karena wasitnya tidak adil…. (hmmm… dah pasti lah itu…). Atau sejumlah wasit yang menerima suap dari negeri lain…. Atau mungkin sejumlah atlet merasa tidak nyaman ketika menginap di hotel… kran macet lah, listrik padam lah, kamera pengintai lah… (wah… ini….)
Mungkin Anda akan menilai saya skeptis, tetapi sepertinya saya harus mengatakan, masih mending jika nanti atlet2 luar mau datang ke Indonesia. Coba saja jika Anda jadi orang Malaysia atau Singapura, melihat prediksi2 diatas? Mending ga usah ikut sea games kan?
Kalau mau jujur sebenarnya saya lebih suka kalau sea games ga usah digelar di Indonesia. Banyak yang mencari kesempatan dalam kesempitan dengan momen tersebut. Apalagi adanya wacana bahwa gelora yang dibangun dengan uang rakyat akan diberi nama Gelora SBY. Makin menyesakkan…..
Dalam keadaan seperti ini, Sea Games tidak mungkin ditunda….. tapi Saya tidak tertarik lagi untuk menyaksikan peristiwa bersejarah itu…. karena Saya lebih suka mencari ketenangan tanpa mendengarkan berita-berita yang bikin hati dongkol…. Hanya kalau boleh kasih saran, besok2 lagi ga usah sok2an lah jadi tuan rumah segala… kalo ga mampu ya bilang aja ga mampu… daripada bikin malu….
